A Really Shocking Ending

Pertama-tama kuucapkan selamat bagi yang membenci Profesor Snape. Dia benar-benar tidak layak untuk … dibenci. Tahu kenapa?

Demi cinta abadinya kepada Lily Evans, Harry’s Mom, Snape rela menjadi agen ganda bagi Orde Phoenix dan juga Death Eaters. Ia hidup di bawah ketiak Voldermort hingga sewaktu-waktu nyawanya bisa melayang tapi ia tak peduli. Ia rela melakukannya bukan hanya untuk Lily seorang tapi juga keluarganya: suami, James Potter dan anaknya, Harry Potter. Sayangnya, Lily dan suaminya akhirnya meninggal karena penghianatan sahabat dekatnya, wormtail.

Ternyata, Snape sangat mencintai Harry. Bukan pada akhirnya tapi ia selalu mencintai Harry Potter sejak awal ia bertemu dengannya. (Mengejutkan ‘kan? Siapa sangka dibalik sikap kejamnya pada Harry tersembunyi cinta yang teramat dalam. Cinta yang selalu memberi tak pernah mengharapkan balasan.)

It’s a really shocking ending. Yang membuatku shock lagi adalah meninggalnya Fred. Aku suka banget sama dia dan kebarannya, Gerge meski mereka bukan tokoh utama. Aku sedih banget ketika tahu Fred meninggal.

Finally, Harry menikah dengan Ginny punya 3 anak salah satunya diberi nama Albus Severus (Severusadalah nama depan Snape, orang paling berani menurut Harry.) Hermy sesuai dengan dugaan menikah dengan Ron.

Sebenarnya aku gak begitu suka kalau Harry dapat Ginny. Gak sreg aja. Kayaknya ada yang lebih baik dari Ginny. Tapi siapa ya?

Leave a Reply