My MOONIE

This is for you Moonie.

Riya

Posted in Moon Junyoung | Leave a comment

AN INTERNATIONAL FAN PROJECT TO MOON LEADER

Hello Moon Leader fans

As we all know, Moon has been shut down from ZEA. Since there’s no way we can do to help him, we’re planning a fan project just to let him know that a lot of us international fans are loving him.

If you wish to participate, here’s what you can do..

Step 1

You can choose option ( a ), ( b ) or ( c ):

a ) Write your message in Ms Word/Powerpoint/Photoshop indicating your name and the country you’re from, you can design your message as you like and save in jpg.format. (Make it one page only and use landscape)

b ) Hand-write a message on a paper or anywhere you wish, complete with your name and the country you are from. Then take a picture of that message in jpg. format (You don’t need to show yourself if you don’t want ^^)

c ) Record a 3-5 seconds video of yourself (or you can ask your little daughters or cousins to say it for you ^^) saying anything you wish for him (example: Come back soon, Moon) while holding a sign indicating your name and the country you’re from. The video must be in wmv. format.Videos that are longer than 5 seconds will be edited accordingly to accommodate everyone’s messages.

d. Send it to riya.wati@gmail.com.

P/S: Make your message short & simple so that it can be clearly seen and read in the video
Thank you!

Riya aka Sulthanah
The last submission will be 25bnovember 2014

Posted in Uncategorized | Leave a comment

(FLASH FICTION) If It Means to Be, It Will Be

If It Means to Be, It Will Be
“Kenapa kau berada di sini?”
“Kau pikir kenapa?”
“Bukankah seharusnya kau sedang berbulan madu di Korea sekarang?”
“Begitukah?” aku balik bertanya tak mengerti
“Hai, Kalian!” sebuah suara menggelegar membuatku terlonjak.
Aku melihat ke arah suara tersebut.
“Sekarang sudah waktunya pulang sekolah. Mengapa Kalian masih berada di sini?”
“Pak Dirjo!” suaraku tercekat. Dia penjaga sekolah waktu aku SMA dulu. Setahuku dia sudah meninggal. “Bagaimana Pak Dirjo bisa di sini?”
“Hai, Amel! Itu juga pertanyaanku padamu,” kata suara itu sambil menarik tanganku dan mengajakku berlari meninggalkan tempat kami berdiri. Menjauh dari Pak Dirjo yang mengejar kami,seperti biasa, dengan sapu andalannya.
“Maksudmu?”
“Harusnya hari ini kau terbang ke Korea untuk Honeymoon dengan suamimu, Candra,” terengah-engah dia menjelaskan. “Bisa-bisanya kau berada di sini?”
Aku menghentikan lariku. Kupandang wajahnya lekat.
Aku ingat peristiwa tadi malam.
Ada resepsi pernikahan di rumahku. Resepsi pernikahanku. Aku mendapatkan banyak kado dari teman-temanku. Aku membuka kado-kado itu. Salah satu dari kado tersebut adalah kotak musik dari temanku, Gilang. Iya, Gilang. Dia yang sekarang berdiri mematung di sampingku memberiku hadiah kotak musik.
“Apakah kau mencintaiku, Amel?” Gilang melepaskan tangannya dan menatapku lekat.
Aku tak menjawab pertanyaannya.
“Karena itu, kau melakukan semua yang tertulis dalam suratku.”
Aku terdiam kelu. Dalam kotak musik itu, ada sebuah surat yang ditulis oleh Gilang. Tadi malam aku melakukan seperti yang ditulisnya.
“Amel, hari ini hari pernikahanmu. Selamat, ya. Aku bahagia kalau kau bahagia. Tapi, kalau kau merasa tak bahagia, maukah kau mendengarkan musik yang mengalun di dalam kotak musik hadiahku ini sampai selesai? Kotak musik ini akan mengantarmu padaku. Aku selalu mencintaimu dan ingin yang terbaik buatmu.”
Gilang
“Kau tahu, tahun berapa ini?”
Aku menggeleng.
“Kotak musik itu adalah lorong waktu yang kusetting untuk membawamu padaku pada masa-masa SMA kita saat dimana cintaku tumbuh membara tapi aku tak berani mengungkapkannya,” Gilang menjelaskan. “Apakah kau menyesal?”
Aku menatap Gilang lekat. Otakku mencerna kata-katanya. “Karena itulah, Pak Dirjo yang sudah meninggal beberapa tahun lalu mengejar kami sekarang. Semuanya karena aku dan Gilang kembali ke tahun 1997. Tahun dimana kami duduk di bangku SMA.”
“Ketika kau memutuskan untuk mendengarkan lagu tersebut sampai selesai artinya kau harus meninggalkan Candra dan kembali ke tahun 1997, tahun ketika kita berada di SMA,” Gilang melanjutkan.
Aku memeluknya. “Aku tak pernah menyesali keputusanku karena aku juga mencintaimu. Kau tahu itu ‘kan?”
Gilang mengangguk. “Iya, aku tahu. Karena itu, kau berada di sini sekarang ‘kan? Mengulang masa remaja kita, untuk tumbuh bersama dalam sebuah pernikahan yang penuh persahabatan hingga maut memisahkan.”
“Tapi…,” aku tak langsung melanjutkan kata-kataku.
Gilang memelukku semakin erat.
“Bagaimana kita bisa kembali ke masa lalu?” pertanyaan itu meluncur dari mulutku.
Gilang tak menjawab pertanyaanku. Dia hanya memelukku semakin erat. Aku membiarkan tubuhku larut dalam pelukannya. Tak peduli lagi akan jawaban dari pertanyaan tersebut.
“Cinta terpendam waktu SMA dulu mewujud sekarang. Memang terlambat sekian tahun lamanya. Tapi, kalau dua orang diciptakan untuk bersama, takdir pasti akan mempertemukannya meski jarak dan waktu memisahkan,” simpulku akhirnya. “Maafkan aku, Candra.”
If it means to be, it will be.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

My First Post on July: ROOMMATE

I really enjoy this variety show. I ship Park Bom and Park Min Woo. Also I ship Jo Se Ho and Na Na

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PELATIHAN PENULISAN NASKAH STOCK MEDIA

Mulai hari ini sampai Kamis, aku berada di the Margangsa Hotel Solo untuk pelatihan penulisan naskah stock media….semoga hasil terbaik yang kubuat. Harapannya 10 besar… .

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pelatihan Stock Media dan Penelitian Tindakan Kelas

Banyak yang terjadi pada bulan Mei dan Juni 2014 ini. Semuanya berkaitan dengan profesiku sebagai guru.

Selama dua hari aku mengikuti pelatihan PTK. Jadi semakin paham tentang PTK dan bersemangat mengadakan penelitian serta ingin sekali ikut lomba PTK lagi.

karena lolos menjadi penulis naskah stock media, aku mengikuti pelatihan di Solo selama 5 hari dari 2 juni sampai 5 juni 2014.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

(GIVEAWAY) TIME TRAVELLER

Lubang di balik bunga matahari ini menarikku. Tubuhku melayang ringan, Kugenggam erat hapeku, hape jadul hadiah dari cinta pertamaku yang telah pergi beberapa waktu lalu.
“Cahaya,” kataku lirih. Di kejauhan sana tampak cahaya berpendar seakan menyambutku.
“Brukkk!” aku sampai di ujung lubang. Tubuhku terlempar begitu saja di tanah. Di depanku berdiri sesosok tubuh dengan model pakaian yang takkan pernah kutemukan di negaraku.
“Hanbook?” aku bertanya pelan.
Sosok itu tak menjawab. Dia tersenyum padaku.
“Korea? Aku berada di Korea sekarang?”
Dia mengangguk pelan.
“Hai, bagaimana bisa aku berada di sini?”
“Gampang,” jawabnya dengan bahasa yang anehnya aku mengerti. “Kita terikat oleh bunga matahari.”
“Ouh,” aku mengerti. Bunga matahari yang kutemukan di lembah Bukit Barisan yang menghubungkanku dengan sosok di depanku.

***
Nama sosok itu Jeon Hae Rim. Dia bercerita kalau sekarang aku berada di Korea pada masa Dinasti Joseon.
“Dinasti Joseon?” tanyaku tak percaya. “Itu …”
“Pada abad 15,” dia memotong kalimatku.
“Jadi…?”
“Aku adalah petualang lintas waktu yang terperangkap pada abad 15,” dia lagi-lagi memotong kalimatku.
“Aku ingin kembali ke Indonesia,” kataku lirih. Entah mengapa, aku sedikit marah padanya.
“Aku juga ingin kembali ke Korea pada abad 21, bukan abad 15 seperti sekarang ini,” tambah Jeon Hae Rim.
“Bagaimana caranya?”
“Caranya…,” dia tak melanjutkan kata-katanya. Tangannya merebut barang berharga yang ada di tanganku: hapeku.
***
Di sinilah kami sekarang. Duduk di depan bunga matahari yang menghubungkan kami. Menghubungkan waktuku dan waktunya, mnghubungkan tempatku dan tempatnya. Ah, gadis yang mengaku petualang lintas waktu, yang sayangnya terperangkap dan tak tahu bagaimana jalan pulang, cantik dan menarik sekali di mataku.
“Nomer hape ini berapa?”
Aku menyebutkan nomer hapeku.
“Sebentar lagi kita akan bisa pulang,” jelasnya sambil bermain game yang ada di hapeku.
“Bagaimana kau tahu?”
“Aku tahu saja,” dia tak menatapku. Dia terus memainkan games yang ada di hapeku.
Dia benar. Bunga matahari di depan kami tampak bercahaya. Dia mengembalikan hapeku. Tangannya memegang erat tanganku. Sekali sentak, dia sudah mengajakku melompat ke dalam lubang yang tiba-tiba ada di depan bunga matahari itu.
***
Aku membuka mataku. Tanganku masih memegang hapeku. Hape jadul pertamaku.
Hape itu berdering.
“Kau sudah sampai di Indonesia pada abad ke 21?” suara yang sangat kukenal terdengar di seberang sana, suara Jeon Hae Rim.
“Hae…Hae Rim,” aku tergagap menyebut namanya.
“Terimakasih ya,” katanya riang. “hapemu memang jadul tapi hape itulah yang kuperlukan untuk kembali ke Korea abad 21.
Kemudian dia dengan lancar menceritakan hal-hal yang menjadi pertanyaanku tapi belum dijawabnya .
“Aku tersesat di dinasti Joseon pada tahun 2007. Aku membutuhkan teknologi komunikasi yang berasal pada tahun 2007 agar aku bisa kembali ke Korea pada abad 21.”
“Ouh…”
“Selama aku berada pada abad 15, aku selalu berhubungan dengan Profesor yang membantuku menjelajah waktu. Dia bilang hanya alat komunikasi dari tahun 2007 yang bisa menolongku. Syukurlah, bunga matahari itu menghubungkan kita. Terimakasih semuanya,” dia menutup teleponnya.
Hapeku, hape hadiah dari cinta pertamaku membuatku mengenal gadis Korea yang akan menjadi cinta keduaku. Aku memutuskan untuk meneleponnya balik. Dan … .
“Sampai jumpa di Indonesia,” dia menutup teleponnya.
Aku tersenyum.

*Jumlah kata 495
** FF ini diikutkan dalam giveaway yang diadakan oleh http://www.istiadzah.com/2014/05/giveaway-cerita-hape-pertama.html

giveaway

Posted in Uncategorized | 2 Comments

HP PERTAMAKU

Inginnya cerita ini kuikutkan dalam giveaway hape pertamaku tapi karena peserta banyak yang memilih cerita akhirnya kuputuskan untuk memilih ff saja.

Tidak sengaja lihat postingan tentang giveaway dengan tema HP pertama. Sudah lama tak pernah ikutan giveaway tapi entah mengapa tema ini menarik hatiku untuk mengikuti giveaway yang diadakan oleh http://www.istiadzah.com/2014/05/giveaway-cerita-hape-pertama.html.

Jujur saja aku lupa jenis hape pertamaku. Yang kuingat dia Nokia warna biru tua, sudah ada kameranya, nitip beli ke tetangga kampung yang sedang kerja di Malaysia, harganya 1,7 juta kurs rupiah. *denger-denger harga di sana lebih murah. Jadi, ya nitip beli di sana.

Hape ini bertahan cukup lama di tanganku. Hanya kugunakan untuk bertelepon dan mengirim sms. Sangat membantu pekerjaan sampinganku menjadi guru les privat pada waktu itu.

Hape ini baru terlepas dari tanganku ketika rezekiku dari pekerjaan sampinganku lumayan banyak. Aku putuskan membeli hape baru keluaran siemens. *hai, gimana kabarnya ya pabrik hape ini? Pasti bertanya-tanya dong bagaimana nasib hape pertamaku? Hape itu kuberikan ke saudaraku yang tinggal di Pati.

Demikianlah ceritaku tentang hape pertamaku. Sudah lama tak menulis, jadi kaku semua tulisanku.

Tulisan ini diikutkan dalam giveaway yang diadakan di link ini.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

LOLOS SELEKSI PENULIS NASKAH STOK MEDIA

Lama tak berprestasi dalam berbagai bidang, entah menulis dan bidang-bidang lainnya. Akhirnya, tahun 2014 ini berhasil juga lolos satu hal: menjadi penulis naskah stok media.

Seleksinya dilaksanakan pada hari Senin 12 Mei 2014 di BPMP Jateng.

Pengumuman lengkap di sini:

http://m-edukasi.kemdikbud.go.id/pengumuman.php

Posted in Uncategorized | Leave a comment

My Current Hobbies

My current hobbies are cooking and gardening. So far I cooked some Indonesian food and two korean food. The two Korean food that I cooked are Potato pancake ala Korea and Red bean porridge ala Korea. Hmm… two of them are pasta aka delicious.

Now, I want to cook tooekbokki or spicy rice cake.

Posted in Uncategorized | Leave a comment