AKU MENDEWASA BERSAMA KARYA-KARYA TERE LIYE

*Angin, Hujan dan Sakit Hati

Kenapa ada angin?
Agar orang-orang tahu kalau ada udara di sekitarnya.
Tiap detik kita menghirup udara, kadang lupa sedang bernafas.
Tiap detik kita berada dalam udara, lebih sering tidak menyadarinya
Angin memberi kabar bagi para pemikir
Wahai, sungguh ada sesuatu di sekitar kita
Meski tidak terlihat, tidak bisa dipegang

Kenapa ada hujan?
Agar orang-orang paham kalau ada langit di atas sana
Tiap detik kita melintas di bawahnya, lebih sering mengeluh
Tiap detik kita bernaung di bawahnya, lebih sering mengabaikan
Hujan memberi kabar bagi para pujangga
Aduhai, sungguh ada yang menaungi di atas
Meski tidak tahu batasnya, tidak ada wujudnya

Begitulah kehidupan.
Ada banyak pertanda bagi orang yang mau memikirkannya

Kenapa kita sakit hati?
Agar orang-orang paham dia adalah manusia
Tiap saat kita melalui hidup, lebih sering tidak peduli
Tiap saat kita menjalani hidup, mungkin tidak merasa sedang hidup
Sakit hati memberi kabar bagi manusia bahwa kita adalah manusia
Sungguh, tidak ada hewan, binatang yang bisa sakit hati
Apalagi batu, kayu, tanah, tiada pernah sakit hati

Maka berdirilah sejenak, rasakan angin menerpa wajah
Lantas tersenyum, ada udara di sekitar kita

Maka mendongaklah menatap ke atas, tatap bulan gemintang atau langit biru bersaput awan
Lantas mengangguk takjim, ada langit di sana

Maka berhentilah sejenak saat sakit hati itu tiba, rasakan segenap sensasinya
Lantas tertawa kecil atau terkekeh juga boleh, kita adalah manusia

Hati manusia itu bagai ‘museum’. Menyimpan banyak kenangan.

Museum yg baik, menata artefak paling bersejarah dan pentingnya dengan tepat. Memilah2 mana yg masih perlu diletakkan di tempat prioritas, mana yg dibuang saja di gudang.

Sedangkan museum yg tidak sehat, masiiih saja menyimpan kenangan yg tidak penting, dan boleh jadi mengganggu diri sendiri justru di lobby depan museum, di tempat terpenting museum.

–Tere Lije

‘Pintu hati’ itu tidak seperti pintu bendungan, yang kapanpun aman dibuka tutup, tidak merembes. Dalam urusan perasaan, sekali pintu hati dibiarkan terbuka, maka susah payah menutupnya kembali, tetap merembes, bahkan lubang bocornya jebol dimana2, membahayakan seluruh bendungan.

Maka, jika kita belum siap, belum niat serius, maka jangan suka membuka tutup pintu hati. Dan tentu saja, jangan mau digombalin oleh orang yg terbiasa sekali membuka tutup pintu hatinya. Lah, pintu bendungan dunia nyata saja hanya dalam kondisi tertentu dibuka tutup.

–Tere Lije (repost edisi weekend)

Pertanyaan: “Bang Tere, bagaimana kita tahu urusan perasaan itu sudah berlebihan?”

Jawaban: Mudah, kalau di pagi hari, saat kita bangun tidur, bukannya seperti manusia modern lain yang bergegas membuka gagdet, HP, laptop, dsbgnya, tapi kita malah bengong teringat seseorang, maka simptom galaunya sudah terlihat. Nah, jika itu terjadi setiap hari, diikuti dengan gejala menghela nafas, makan tak semangat, dsbgnya, simptomnya sudah belerbihan.

Sibukkan diri, berusahalah mengusir pikiran yang tidak bermanfaat. Tidak mudah memang, tapi waktu akan menggerusnya.

Advertisements

About sulthanah

Just a woman who have been travelling so far to find her true self. Ketika seseorang sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seluruh semesta akan bersinergi mewujudkan impiannya.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s