EPILOG

Masa depan tak pernah ada yang tahu. Apakah jalan yang kita lalui akan lurus atau berkelok-kelok atau bahkan berhenti sebelum semua cita-cita dan harapan kita terpenuhi.

Kita hanya harus percaya, ya, harus percaya apapun yang diberikan Tuhan pada kita adalah yang terbaik buat kita. Apapun itu. Termasuk seseorang yang sangat teristimewa buat kita, yang akan menemani kita menua melewati masa.

Kulirik seseorang yang tidur di sampingku. Dia takkan pernah tahu aku selalu memperhatikannya seperti ini ketika dia tidur. Pelan kubelai rambutnya. Rambut yang mulai memutih dimakan usia. Tanganku beralih ke lengannya. Kuluruskan lengannya. Kuletakkan kepalaku di sana.

“Kau tahu, aku selalu tahu kau melakukan ini,” bisiknya, membuatku terlonjak kaget, dan tanpa sadar bangkit dari tidurku. “Kau mau ke mana?” Dia merengkuh tubuhku.

“Mengapa kau melakukan ini padaku?”

“Memang apa yang salah? Kita ‘kan sudah menikah. Aku berhak melakukan apapun padamu.”

“Bukan, bukan itu… ”

“Lalu?”

Aku diam saja. Tak mencoba menjelaskan.

“Sudahlah!” aku kembali meluruskan lengannya dan meletakkan kepalaku di sana. “Aku ingin selalu tidur berbantalkan lenganmu.”

Dia tersenyum mendengar kata-kataku.

Bahagia itu sederhana: ketika aku bersamanya menua melewati masa.

Advertisements

About sulthanah

Just a woman who have been travelling so far to find her true self. Ketika seseorang sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seluruh semesta akan bersinergi mewujudkan impiannya.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s