(RENUNGAN) ES KRIM DAN TAKDIR

Sekarang aku senang memperhatikan hal yang kecil-kecil. Semisal, tanpa sadar kulihat air Sungai Garang mengalir. Deras sekali, tidak seperti biasanya. “Kenapa alirannya deras sore ini,” tanya hatiku. “Mungkin karena di hulu hujan deras,” hatiku menjawab pertanyaanku sendiri.

Itu salah satu hal kecil yang kuperhatikan. Hal kecil lainnya yang kuperhatikan adalah es krim. Iya, es krim. Aku ingat sekali, hari itu hari Jumat. Temanku membeli es krim di kantin sekolah.

“Bu Riya, yang paling enak adalah rasa kacang,” cerita temanku sambil membolak-balik tumpukan es krim di lemari es. Dia mencari es krim rasa kacang. “Sepertinya di bawah,” gumamnya sambil terus mencari es krim rasa kacang. Aku buru-buru membantunya begitu mengetahui dia belum menemukan es krim kesukaannya.
“Ini dia, Bu,” serunya girang sambil mengambil es krim kecoklatan dengan butiran-butiran kacang. “Bu Riya ambil satu, entar aku yang bayar. Enak lho.”

Dengan tak enak hati aku menolak tawarannya. Kebetulan aku sedang berpuasa saat itu. Tapi,dalam hati aku berjanji pada diri sendiri besok kalau tidak puasa aku akan membeli satu es krim rasa kacang.

Hari yang kunanti akhirnya tiba. Hari itu hari Rabu. Aku tidak berpuasa. Buru-buru aku pergi ke koperasi sekolah untuk… membeli es krim rasa kacang. Banyak sekali es krim di lemari es. Kebanyakan rasa coklat dan rasa vanilla. Aku membolak-balik es krim. Es krim rasa kacang tidak kutemukan. Temanku, yang kemarin mengimingiku es krim rasa kacang, turut membantu. Es krim itu tak kutemukan. Aku menyerah. Sudah waktunya mengajar. Aku tak bisa meninggalkan kelas hanya untuk mencari es krim rasa kacang.

Beberapa hari kemudian, aku lupa hari apa, aku kembali ke koperasi sekolah. Tujuanku sama: es krim rasa kacang. tanganku terus mengaduk-aduk tumpukan es krim. Tak kutemukan juga es krim yang kucari. Lagi-lagi aku menyerah. “Lain kali aku akan mencarinya,” kataku pada diri sendiri.

Dan tibalah lain kali itu…hari ini Jumat, 31 Mei 2013 aku mencoba menjalani takdir sejatiku: membeli es krim rasa kacang. “Kalau es krim itu bagian dari masa depanku (aku sungguh-sungguh ingin memakannya), aku akan menemukannya, membelinya, dan memakannya hari ini,” bisikku dalam hati.

Dan…sekali membalik es krim-es krim yang ada di lemari es, aku menemukan es krim rasa kacang yang kucari-cari selama ini. Aku tersenyum lebar sambil membayangkan nikmatnya memakan es krim tersebut. Setelah membayar di kasir, buru-buru aku ke lantai dua menemui temanku yang kemarin mengimingiku es krim.
“Aku berhasil membelinya,” kataku sambil tertawa lebar. Aku hanya membeli satu. Terpaksa temanku tak kutawari. Aku makan sendiri. Temanku, Resha, namanya tersenyum senang melihatku makan es krim rasa kacang. “Enak kan Bu?” tanyanya tanpa perlu jawabanku.

“Kalau seseorang sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seisi jagad raya bahu-membahu membantu orang itu mewujudkan impiannya,” tulisan Paulo Coelho dalam The Alchemist akhirnya kupahami maknanya.

Aku begitu menginginkan es krim. Satu kali aku mencarinya, aku gagal dan aku berusaha mencarinya lagi. Pada usaha yang ketiga yang mana aku percaya es krim itu bagian dari masa depanku, aku akan berhasil menemukannya. Dan… aku benar-benar menemukannya. Ini memang keinginan yang sederhana. tapi, bayangkan jika aku menyerah pada usaha yang pertama atau usaha yang kedua? Apakah aku akan berhasil membeli es krim rasa kacang dan memakannya? Tidak kan?

Terkadang kita menyerah pada takdir kita padahal tinggal sedikit lagi takdir itu ada dalam genggaman.

Dari peristiwa ini, aku juga belajar tentang takdir. Takdir adalah apa yang selalu ingin kau capai. Semua orang, pada saat dia masih muda, sebenarnya tahu tentang takdir mereka.

“Pada titik kehidupan ini, segalanya jelas, segalanya mungkin. Mereka tidak takur bermimpi, mendambakan segeala yang mereka inginkan terwujud dalam hidup mereka. Tapi dengan berlalunya waktu, ada daya misterius yang mulai meyakinkan mereka bahwa mustahil mereka mewujudkan takdir itu,” Paulo Coelho dalam The alchemist (2012: 30)

Jelas kan mengapa banyak orang sering gagal di tengah jalan?

Ingatlah selalu, ya, ingatlah selalu ketika kau sangat ingin menyerah dalam langkah-langkahmu, ingatlah ini! “Dan Saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu membantumu meraihnya.”

Advertisements

About sulthanah

Just a woman who have been travelling so far to find her true self. Ketika seseorang sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seluruh semesta akan bersinergi mewujudkan impiannya.
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s