(RENUNGAN) MACET DAN PEMAHAMAN TENTANG SEMESTA

Jika kau sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seluruh semesta akan bekerjasama mewujudkan impianmu.

Kalimat yang ditulis Paulo Coelho di atas akhirnya kupahami maknanya. Makna bukan hanya sebagai pemahaman dalam pikiran tapi makna yang sudah berupa tindakan kenyataan.

Hari Sabtu, 1 Juni 2013 sepulang kerja aku putuskan pergi ke House of Cafe Restaurant di bawah. (Nama tempat dan restaurant di mana aku pergi aku samarkan). Dalam perjalanan ke sana tentu saja aku melewati Ngesrep dan karena masih ada perbaikan jalan, Ngesrep macet seperti biasa. Aku tidak marah-marah atau merutuk kemacetan yang semakin panjang saja. Aku malah tenang, menengok kiri dan kanan jalan, memperhatikan detil kecil yang sering aku lupakan.

“Pertanda,” aku ingat kata-kata itu. “Apakah macet ini suatu pertanda agar aku membatalkan niatku pergi ke House of Coffee Restaurant?” Aku menengok ke belakang. Di belakangku juga macet panjang. “Ini bukan pertanda untuk membatalkan niatku,” kataku dalam hati. “Aku tak bisa balik pulang dengan kondisi jalan seperti ini.” Aku putuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Di ujung jalan sana tidak akan ada lagi macet. Di House of Coffee aku yakin sudah ada seseorang yang menungguku. Seseorang yang membuatku melakukan hal-hal mustahil karena cintanya padaku, seseorang yang membuatku semakin baik setiap harinya karena cinta yang kupunya padanya. Aku yakin aku akan bertemu dengannya di sana tanpa perlu kami janjian terlebih dahulu. Cinta kami bukan cinta nafsu yang membuat kami bertukar SMS, saling menelepon hanya sekedar untuk berkirim kabar. Kami berbicara dalam bahasa Jiwa meski sering aku melihat jiwanya mati. Ya, jiwanya mati tapi tubuhnya hidup.

Aku terus mengendarai motorku. Merayap pelan tapi tak hendak ke belakang. Maju meski matahari semakin panas, meski asap membuat hidung sesak bernafas. Keyakinan akan bertemu dengannya membuatku semakin memperhatikan sekelilingku.

Setelah lampu merah hijau, jalanan mula lebar dan macet pun terurai. Aku bisa mengendarai motorku lebih cepat. Keyakinan bertemu dengannya melingkupi hatiku. Sesekali rasa ragu masuk ke hatiku. Hanya sebentar. Kembali aku yakin aku akan bertemu dengannya. Udara yang kuhirup meyakinkanku akan hal itu. Matahari yang bersinar terik meyakinkanku kalau aku akan bertemu dengannya. Angin yang bertiup pelan pun melakukan hal yang sama. Saat inilah kusadari jiwaku sudah selaras dengan Semesta. Aku tersenyum. Aku akan bertemu dengannya. Ya, aku tahu aku akan bertemu dengannya.

Restauran yang kutuju sudah ada di depanku. Aku masuk ke dalam ke tempat biasa aku duduk dan makan. Kulihat dia duduk di sana. Dia tak mencoba menengok ke belakang untuk melihatku datang. Tapi, itu cukup bagiku. Aku sekarang tahu bagaimana menyelaraskan impianku dengan semesta. Kata-kata semesta mendukung yang dulu sering kubaca tapi belum kupahami maknanya mulai menemukan bentukan yang sebenarnya.

Dia menoleh ke belakang dan melihatku. Senyum kami terkembang. Sekarang waktunya bagiku untuk menghidupkan jiwanya yang mati. Aku tahu dia hidup. tapi, jiwanya mati. Jiwaku tak pernah berhasil berbicara dengan jiwanya. Jiwaku selalu melihat jiwanya tidur ketika jiwaku mencarinya. Sudah waktunya aku membangunkan jiwanya agar dia hidup di dalam tubuh yang hidup. Apakah lewat pertemuan dengannya? Lewat telepon? Lewat SMS? Bukan! Bukan itu semua! Membangunkan jiwanya bukan dengan cara itu. Baca The Alchemist dan buku-buku Paulo Coelho yang lain, Kalian akan tahu bagaimana membangunkan jiwa orang-orang yang hidup. Pertemuan secara materi takkan bisa membuat sebuah jiwa bangun. Tidak! Tapi, pertemuan dua jiwalah yang lebih penting! The most important meetings were combined souls even before the bodies are,” tulis Paulo Coelho dalam Eleven Minutes.

Apakah aku berbincang dengannya? Iya, sebentar. Bukan hal penting. Sekedar hai saja. Setelah itu, aku meninggalkan tempat itu. Dia pun melakukan hal yang sama. Kami melanjutkan perjalanan kami, menuju tujuan kami masing-masing.

Hari itu aku belajar satu hal: Jika kau sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seluruh semesta akan bekerjasama mewujudkan impianmu.

Advertisements

About sulthanah

Just a woman who have been travelling so far to find her true self. Ketika seseorang sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seluruh semesta akan bersinergi mewujudkan impiannya.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s