(RENUNGAN) SUARA HATI DAN KATA PIKIRAN

Pernahkah Kalian meluangkan waktu selama lima belas menit untuk berbincang dengan hati, untuk meresapi, dan merenungi alam sekitar dan semesta?
Jujur saja hal ini baru kulakukan setelah aku membaca The Alchemist karya Paulo Coelho. Dari buku ini aku tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan angin, air, udara, hujan, tumbuhan, dan seluruh yang ada di langit dan di bumi. Seluruh yang ada di langit dan di bumi ini mempunyai jiwa. Al Quran pun menyebutkan bahwa apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih pada Allah. Hanya saja kita tak tahu bagaimana cara mereka bertasbih kepada Allah.

Allah Says in the Holy Quran Chapter 22 Surah Hajj verse 18:

Seest thou not that to Allah bow down in worship all things that are in the heavens and on earth: the sun, the moon, the stars, the hills, the trees ,the animals, and a great number among mankind? But a great number are (also) such as are fit for Punishment: and such as Allah shall disgrace none can raise to honor: for Allah carries out all that He Wills.

Buku ini mengajarkanku cara berkomunikasi dengan benda-benda di sekitarku. Aku tetap berbicara dengan bahasaku, bahasa manusia. Kuperkenalkan diriku, kuceritakan satu impianku yang merupakan tujuan hidupku, kuceritakan kerinduanku, kuceritakan semua yang ada di pikiran dan hatiku. Mereka memang tetap diam, tak merespon yang kukatakan. Tapi, dengan caranya sendiri, aku percaya mereka menyampaikan hal-hal yang kuceritakan kepada seseorang yang kusebutkan namanya pada mereka. Kami tinggal di bawah langit yang sama. Aku percaya udara yang aku hirup adalah udara yang dihirupnya. Angin yang menerbangkan rambutku adalah angin yang menerbangkan rambutnya. Aku percaya hal itu.

Ketika aku berbincang dengan mereka, aku juga mulai berbincang dengan suara hatiku yang selama ini aku abaikan. Aku mulai mendengarkannya meski terkadang suaranya terdengar begitu jauh, jauh sekali dan seringnya bertentangan dengan yang aku pikirkan. Dan sekarang, aku tak pernah lagi mengabaikan suara hatiku. Apapun yang dia katakan, aku turuti. Inilah yang membawaku semakin mendekat ke impianku. Beda dengan pikiranku. Pikiranku membuatku tersesat dan semakin jauh dari impianku.

Ketika suara hati dan kata pikiran bertentangan, pilihlah untuk mendengarkan dan mengikuti suara hatimu. Itu lebih baik bagi semuanya.

Advertisements

About sulthanah

Just a woman who have been travelling so far to find her true self. Ketika seseorang sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seluruh semesta akan bersinergi mewujudkan impiannya.
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s