(RENUNGAN) PERTANDA-PERTANDA

Apakah Kalian percaya pertanda-pertanda? Aku percaya. Tuhan memberiku kemampuan membaca pertanda-pertanda yang diberikanNYA, yang akhirnya menuntunku pada takdirku. Sudah lama kurasakan aku diberi semacam kemampuan membaca pertanda-pertanda yang akhirnya menjadi kebenaran pada masa depan. Satu yang paling kuingat adalah ketika tanpa sengaja aku membaca kisah Salman al Farisi dan Abu Dzar al Ghifari. Pada saat itu, Salman ingin melamar wanita madinah. Dia mengajak sahabatnya, Abu Dzar al Ghifari. Sesampainya di rumah wanita tersebut, Salman mengungkapkan keinginannya untuk melamar wanita tersebut. Wanita itu lewat walinya bilang kalau yang melamarnya adalah teman Salman, dia akan menerimanya.

Sungguh, aku tersentak kaget ketika tanpa sengaja aku membaca cerita itu. Aku kemudian memperkuat diriku. Mempersiapkan diriku mendengar kabar yang hampir sama dengan kisah Salman. Kabar itu akhirnya datang. Seseorang yang ada di hatiku melamar sahabatku sendiri. Meski aku sudah mempersiapkan diri, aku menangis juga selama empat jam. So sad, right?

Setelah aku membaca tentang pertanda-pertanda dalam The Alchemist, aku akhirnya menyadari, aku mempunyai kemampuan yang sama seperti Santiago (anak laki-laki, tokoh utama dalam The Alchemist) punya. Hanya saja, aku tidak tahu cara menggunakannya. Setelah membaca novel ini, aku tahu kemampuan membaca pertanda-pertanda bisa digunakan untuk menebak masa depan.

Bagaimana cara menebak masa depan? Berdasarkan pertanda-pertanda sekarang. Kalau kau menaruh perhatian pada saat sekarang, kau bisa memperbaikinya. Dan kalau kau memperbaiki saat sekarang ini, apa yang akan datang juga akan lebih baik. Ini tulisan Paulo Coelho dalam The Alchemist.

Coba dulu ketika aku mendapatkan pertanda itu, aku bukan mempersiapkan diriku untuk menerima nasib yang sama seperti Salman, tapi aku langsung meminta pada Tuhan untuk memperbaiki masa depanku, aku langsung bersedakah untuk menolak bala, mungkin hal itu tidak akan terjadi. Tapi, pemahaman baik ini baru kudapatkan sekarang. Apakah terlambat? Tidak, tidak ada yang terlambat. Semuanya sudah ditakar pas oleh Yang Di Atas.

Kemampuanku membaca pertanda masih ada. Sekarang aku lebih memperhatikannya. Aku sudah membuat sebuah keputusan sekarang, untuk masa depanku tentu saja. Sebuah ayat tiba-tiba kutemukan dan mendukung hal ini. (Perlu diingat, yang terjadi di dunia ini tak ada yang kebetulan. Semuanya ditulis oleh tangan yang sama.)

“...Then when you have taken a decision, put your trust in Allah, certainly Allah loves those who put their trust (in Him) (QS Ali Imran)

Apakah ini sebuah pertanda? Bagiku iya. Aku sudah memutuskan sesuatu. Aku terkadang ragu-ragu dengan keputusanku ini. Padahal, aku sudah bilang sama Tuhan kalau aku sudah memutuskan untuk begini, begini (tidak usah kuceritakan ya apa yang kuputuskan), aku percaya padaMu, ya Tuhan. Tapi, kenyataannya keraguan sering menyelinap di dada. Pikiranku bilang hal yang kuputuskan takkan pernah menjadi kenyataan. Tapi, siapa yang ragu akan kemampuan Allah untuk mengubah hal yang tidak mungkin menjadi mungkin? Allah bisa melakukan hal-hal yang tidak mungkin. Hal yang harus kita lakukan adalah percaya (have a lot of faith) bahwa Allah akan melakukan hal yang tidak mungkin itu untuk kita.

Advertisements

About sulthanah

Just a woman who have been travelling so far to find her true self. Ketika seseorang sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seluruh semesta akan bersinergi mewujudkan impiannya.
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s