(LAIN-LAIN) MURID-MURID ANTI GIMANA YA KALAU ANTI TINGGAL TELEPON BEGINI?

“Murid-murid anti gimana ya kalau anti tinggal telepon begini?” tanyanya di seberang sana.
“Gakda murid kok,” jawabku. “yang hadir orang dewasa semua.”

Jujur ya, aku tahu makna kalimat pertanyaannya di atas. Sahabatku ini ingin mengakhiri percakapan telepon kami. Tapi, karena aku belum mau mengakhiri bercakap-cakap, maka aku jawab dengan kalimat di atas. ^_^ Alhasil, pulsa pun jalan terus. *Maaf, ya, teman. Kadang kalau kumat nakalku ya begini ini.

Pada lain waktu, dia bilang begini. “Kayaknya teleponku mengganggu teman-temanmu deh.”
“Nggak kok,” jawabku. “Mereka sedang menonton TV.” *Hihi, gitu deh caraku berlama-lama bicara dengannya. Jujur saja, makna kalimat di atas sebenarnya adalah aku sudah meneleponmu terlalu lama. Pulsaku sudah habis banyak. Sudah dulu ya.

Pernah juga dia bilang begini,”Kayaknya anti mengantuk. Sudah dulu ya.”
Ini to the point sebenarnya. Aku kan menguap beberapa kali ketika berbicara dengannya.
“Tunggu dulu! Aku belum selesai bicara,” jawabku jujur saja.

Aku belajar di Fakultas Sastra selama 5,5 tahun. Aku belajar tidak makna tersurat saja tapi juga tersirat. Makna di balik makna. AKu tahu gaya bahasa SMS seseorang tanpa perlu dia menyebutkan namanya. AKu tahu makna kalimat seseorang tersiratnya. Karena itulah yang kupelajari waktu kuliah dulu.

Aku ingat cerita dosenku Bu Ratna Asmarani. Waktu Beliau mengajar kami, suaminya telepon begini,”Ma, pulang dijemput tidak?” Belum sempt dijawab, suaminya melanjutkan kata-katanya,”kayaknya Pk. 21.30 taksi masih ada.”

“Ya, sudah Pah…gak usah dijemput saja,” jawab dosenku yang pintar sekali ini.

Kalimat pertama sebenarnya romantis ya? Seorang suami mau menjemput istrinya pulang mengajar dari fakultas Sastra ekstension program. Sayangnya, kalimat keduanya tanpa berkata langsung dia menyuruh istrinya untuk naik taksi. Alhasil, Bu Dosen pun memilih naik taksi. Dia sangat-sangat memahami kata-kata suaminya di atas.

Advertisements

About sulthanah

Just a woman who have been travelling so far to find her true self. Ketika seseorang sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seluruh semesta akan bersinergi mewujudkan impiannya.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s