(LOMBA_NEKAD TRAVELLER) MENGGELANDANG KE TEGAL

Perjalanan gila yang kulakukan adalah ke Tegal. Jaraknya dekat sekali dengan Semarang sebenarnya tapi kota inilah yang kupilih ketika aku memutuskan untuk mengisi liburanku dengan berwisata naik kereta api.

Mengapa kupilih Tegal sebagai kota berkelanaku yang pertama?
Jujur saja, pikiranku merencanakan dua kota yang harus kukunjungi dengan naik kereta:
1. Semarang-Yogya
2. Semarang-Malang
Tapi dua perjalanan di atas terhapus dengan sendirinya. Jalur Semarag-Yogya ditutup sejak 2012 lalu karena penumpang sepi. Jalur semarang-Malang dilewati pada malam hari. Perjalanan pada malam hari, pemandangan apa yang bisa dilihat? Tak menarik sama sekali kan kalau hanya melihat gelap?

Alhasil, dua perjalanan yang kurencanakan di atas gugur dengan sendirinya. Syukurlah, Tuhan menuntunku lewat pertanda-pertanda yang diberikanNya padaku. Pertanda yang akhirnya membuatku memilih Tegal sebagai tempatku menggelandang untuk pertama kalinya.

Sabtu, 1 Juni 2013 aku makan soto Lamongan dengan Bu Resha, teman sekantor di SD Islam Hidayatullah. Kami bicara ngalor ngidul tentang berbagai macam topik.

“Tahu gak Bu, aku di rumah sendirian?” dia mulai cerita.
“Lha ayah ibu kemana?”
“Ke Tegal. Ada kondangan di sana,” jawabnya.

Tegal? Ini pertanda pertama. Hatiku bilang aku harus ke sana. Tapi, aku belum yakin sebenarnya. Hari Minggu aku ketemu sahabatku lainnya, Ema, di Nurul Jannah (Nurul Jannah adalah yayasan dimana aku menghabiskan masa remajaku dengan melakukan kegiatan sosial di sana.)

“Bingung nih Ma?” aku membuka pembicaraan.
“Kenapa emangnya?” Ema balik bertanya.
“Mau menggelandang tapi tidak tahu harus ke mana?”
“Kenapa gak ke Tegal saja?” sarannya.

Pertanda kedua. Kota yang sama disebut dua orang yang berbeda. Aku putuskan akan ke Tegal dalam rangka a moment of searching. Iya, aku ke Tegal sebenarnya dalam rangka a moment of searching selain tentu saja untuk mempersiapkan diriku menggelandang di negara lain. *Hehe, itu rencanaku memang. Aku juga ingin menggelandang di Kuala Lumpur, Singapura, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk mengalami pengalaman yang tak terlupakan, melihat budaya yang takkan kulihat di Indonesia. Tahap awalnya ya mbolang ke Tegal.

A moment of searching is actually a moment of finding,” tulis Paulo Coelho di FB.
“Mengapa yang kau tulis benar sih, Mr. Paulo?” tanyaku. Kalimat itu, menginspirasiku melakukan perjalanan nekadku yang pertama. Sendiri. Tanpa teman.

Begini ceritanya.
Kamis, 6 Juni 2013 aku berkelana ke Tegal. Naik kereta Kaligung Mas. Di perjalanan kunikmati pemandangan yang indah. Mulai dari laut, pohon, hutan, sawah, padi, jagung. Semuanya kurekam dalam lensa kamera smartphone yang kupunya.

Di kereta tentu saja aku tak membuang waktu dengan percuma. Aku bercakap-cakap dengan teman sebangkuku di kereta. Aku banyak bertanya padanya. Dia orang Tegal tapi sudah lama menetap di Semarang. Suami dan anak-anaknya masih di Semarang sedang dia sendiri ke Tegal untuk merawat ayahnya yang sakit.

Sesampainya di Tegal aku berkeliling ke alun-alun, balai kota, Masjid Agung Tegal serta menikmati makanan yang tidak kutemukan di Semarang: kupat glabad, olos, tahu aci, dan tahu pletok. Kemudian aku merenung. Yang kutemukan adalah apa yang ditulis Paulo Coelho dalam bukunya, The Alchemist benar. “Di mana hatimu berada, di situlah hartamu berada.”

Setelah perjalanan dengan pemandangan yang mengesankan, makan makanan yang lezat, kelelahan karena muter-muter di sana, akhirnya aku harus pulang. Iya, pulang. Bukan karena waktunya pulang tapi karena hatiku tidak di Tegal. Apa yang ditulis Paulo Coelho di atas benar sekali. Momen mencari sebenarnya adalah momen menemukan. AKu menemukan bahwa hatiku ada di Semarang. Harta terbesarku ada di sana: cintaku, teman-temanku, perjuanganku. Setelah berkelana seharian, di kota yang belum pernah kudatangi sebelumnya, aku menemukan bahwasanya harta terbesarku sudah ada di dekatku sejak dari dulu diletakkan Tuhan di sana: di Semarang.

Tapi, tanpa perjalanan ini, aku takkan pernah menikmati hal-hal menakjubkan di dunia. Aku takkan pernah bertemu dengan orang-orang baru, mencicipi makanan lezat, dan mengunjungi tempat-tempat baru.

Link lombanya ada di sini.

Link videonya ada di sini.

Advertisements

About sulthanah

Just a woman who have been travelling so far to find her true self. Ketika seseorang sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seluruh semesta akan bersinergi mewujudkan impiannya.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s