(RESENSI) KITA TIDAK BISA MENDAPATKAN SEMUANYA TAPI APA YANG KITA PEROLEH ADALAH YANG TERBAIK BUAT KITA

Judul : Tiba-Tiba Malam

Pengarang : Putu Wijaya
Jumlah Halaman :236
Penerbit : PT Kompas Media Nusantara
Tahun Terbit : 2005

Buku ini menceritakan tentang Sunatha yang satu hari setelah menikah dengan istrinya, ia pergi ke Kupang. Istrinya, Utari, tetap tinggal di Bali.

Utari merasa dia diguna-guna oleh Sunatha. Padahal ini smeua dilakukannya karena ia tak disentuh olh Sunatha pada malam pertamanya.Ia pun meminta pulang ke rumah orang tuanya. Pada akhirnya ia pergike Tabanan dengan Ngurah. Ngurah sudah sejak lama mencintai Utari. Pada akhirnya, mereka saling mencintai.

Subali, ayah Sunatha dibawa ke Denpasar oelh David, orang asing yang menyadari bahwa peradaban menerima apa adanya peradaban itu sudah dalam proses menghancurkan dirinya sendiri (hal.88).

Di Denpasar, Subali melihat Utari dan Ngurah yang hendak pergi ke Banyuwangi.

Pada akhirnya Sunatha mengetahui perselingkuhan istrinya. Ia pun memutuskan untuk melupakan istrinya. Menganggapnya tidak ada.

Menurut penulis, novel ini memotret kebudyaan Bali yan mulai luntur dengan apik banget. Gaya bahasanya ringan, mudah dicerna.

Advertisements

About sulthanah

Just a woman who have been travelling so far to find her true self. Ketika seseorang sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seluruh semesta akan bersinergi mewujudkan impiannya.
This entry was posted in Resensi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s