(FLASH FICTION) If It Means to Be, It Will Be

If It Means to Be, It Will Be
“Kenapa kau berada di sini?”
“Kau pikir kenapa?”
“Bukankah seharusnya kau sedang berbulan madu di Korea sekarang?”
“Begitukah?” aku balik bertanya tak mengerti
“Hai, Kalian!” sebuah suara menggelegar membuatku terlonjak.
Aku melihat ke arah suara tersebut.
“Sekarang sudah waktunya pulang sekolah. Mengapa Kalian masih berada di sini?”
“Pak Dirjo!” suaraku tercekat. Dia penjaga sekolah waktu aku SMA dulu. Setahuku dia sudah meninggal. “Bagaimana Pak Dirjo bisa di sini?”
“Hai, Amel! Itu juga pertanyaanku padamu,” kata suara itu sambil menarik tanganku dan mengajakku berlari meninggalkan tempat kami berdiri. Menjauh dari Pak Dirjo yang mengejar kami,seperti biasa, dengan sapu andalannya.
“Maksudmu?”
“Harusnya hari ini kau terbang ke Korea untuk Honeymoon dengan suamimu, Candra,” terengah-engah dia menjelaskan. “Bisa-bisanya kau berada di sini?”
Aku menghentikan lariku. Kupandang wajahnya lekat.
Aku ingat peristiwa tadi malam.
Ada resepsi pernikahan di rumahku. Resepsi pernikahanku. Aku mendapatkan banyak kado dari teman-temanku. Aku membuka kado-kado itu. Salah satu dari kado tersebut adalah kotak musik dari temanku, Gilang. Iya, Gilang. Dia yang sekarang berdiri mematung di sampingku memberiku hadiah kotak musik.
“Apakah kau mencintaiku, Amel?” Gilang melepaskan tangannya dan menatapku lekat.
Aku tak menjawab pertanyaannya.
“Karena itu, kau melakukan semua yang tertulis dalam suratku.”
Aku terdiam kelu. Dalam kotak musik itu, ada sebuah surat yang ditulis oleh Gilang. Tadi malam aku melakukan seperti yang ditulisnya.
“Amel, hari ini hari pernikahanmu. Selamat, ya. Aku bahagia kalau kau bahagia. Tapi, kalau kau merasa tak bahagia, maukah kau mendengarkan musik yang mengalun di dalam kotak musik hadiahku ini sampai selesai? Kotak musik ini akan mengantarmu padaku. Aku selalu mencintaimu dan ingin yang terbaik buatmu.”
Gilang
“Kau tahu, tahun berapa ini?”
Aku menggeleng.
“Kotak musik itu adalah lorong waktu yang kusetting untuk membawamu padaku pada masa-masa SMA kita saat dimana cintaku tumbuh membara tapi aku tak berani mengungkapkannya,” Gilang menjelaskan. “Apakah kau menyesal?”
Aku menatap Gilang lekat. Otakku mencerna kata-katanya. “Karena itulah, Pak Dirjo yang sudah meninggal beberapa tahun lalu mengejar kami sekarang. Semuanya karena aku dan Gilang kembali ke tahun 1997. Tahun dimana kami duduk di bangku SMA.”
“Ketika kau memutuskan untuk mendengarkan lagu tersebut sampai selesai artinya kau harus meninggalkan Candra dan kembali ke tahun 1997, tahun ketika kita berada di SMA,” Gilang melanjutkan.
Aku memeluknya. “Aku tak pernah menyesali keputusanku karena aku juga mencintaimu. Kau tahu itu ‘kan?”
Gilang mengangguk. “Iya, aku tahu. Karena itu, kau berada di sini sekarang ‘kan? Mengulang masa remaja kita, untuk tumbuh bersama dalam sebuah pernikahan yang penuh persahabatan hingga maut memisahkan.”
“Tapi…,” aku tak langsung melanjutkan kata-kataku.
Gilang memelukku semakin erat.
“Bagaimana kita bisa kembali ke masa lalu?” pertanyaan itu meluncur dari mulutku.
Gilang tak menjawab pertanyaanku. Dia hanya memelukku semakin erat. Aku membiarkan tubuhku larut dalam pelukannya. Tak peduli lagi akan jawaban dari pertanyaan tersebut.
“Cinta terpendam waktu SMA dulu mewujud sekarang. Memang terlambat sekian tahun lamanya. Tapi, kalau dua orang diciptakan untuk bersama, takdir pasti akan mempertemukannya meski jarak dan waktu memisahkan,” simpulku akhirnya. “Maafkan aku, Candra.”
If it means to be, it will be.

Advertisements

About sulthanah

Just a woman who have been travelling so far to find her true self. Ketika seseorang sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seluruh semesta akan bersinergi mewujudkan impiannya.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s